Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Demokrasi di Kalangan Pelajar, Bawaslu Klaten Gandeng SMK Muhammadiyah 1 Jatinom Melalui MoU

Perkuat Demokrasi di Kalangan Pelajar, Bawaslu Klaten Gandeng SMK Muhammadiyah 1 Jatinom Melalui MoU

Ketua Bawaslu Klaten dan Kepala Sekolah SMK MUH 1 Jatinom tanda tangani MoU 

KLATEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klaten terus masif melakukan edukasi politik bagi pemilih pemula. Langkah terbaru ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kabupaten Klaten dengan SMK Muhammadiyah (MUH) 1 Jatinom pada Selasa (05/05/2026) pukul 13.00 WIB. 

Kegiatan yang berlangsung di SMK MUH 1 Jatinom ini merupakan implementasi dari program Bawaslu Goes to School. Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, integritas, serta kesadaran pengawasan partisipatif kepada siswa sejak dini. 

Ketua Bawaslu Kabupaten Klaten, Arif Fatkhurrohman, menegaskan bahwa tugas Bawaslu tidak hanya terpaku pada pengawasan dan penindakan, tetapi juga mencakup upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif. 

“Melalui Nota Kesepahaman ini, kami ingin memperluas ruang edukasi dengan dapat bertatap muka langsung bersama siswa, sehingga mereka memahami fungsi pengawasan dan mampu menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi sejak dini,” ujar Arif Fatkhurrohman dalam sambutannya. 

Arif Fatkhurrohman menambahkan bahwa siswa SMK yang saat ini menempuh pendidikan akan menjadi pemilih aktif pada Pemilu 2029 mendatang. Oleh karena itu, pembekalan pemahaman mengenai proses demokrasi yang jujur dan adil menjadi sangat krusial agar mereka memiliki integritas dalam menentukan arah demokrasi ke depan. 

Gayung bersambut, Kepala SMK MUH 1 Jatinom, Bapak Mufid Hajiri, menyambut hangat inisiatif kerja sama ini. Menurutnya, program Bawaslu sangat relevan dengan visi sekolah yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan integritas siswa. 

Ia menyarankan agar edukasi dilakukan secara tatap muka (luring), misalnya melalui kegiatan apel pembinaan, agar pesan yang disampaikan lebih efektif. 

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan sekolah sebagai ruang inspirasi, di mana nilai integritas menjadi fondasi utama. Kehadiran Bawaslu juga diharapkan dapat membantu menyaring (skrening) mental pendidikan pemilih pemula di lingkungan sekolah kami,” ungkap Mufid Hajiri.

Rencananya, kegiatan sosialisasi yang lebih menyeluruh akan dioptimalkan pada awal tahun ajaran baru, yakni sekitar bulan Juli hingga Agustus mendatang. 

Acara ditutup dengan prosesi penandatanganan MoU sebagai simbol komitmen kedua belah pihak dalam meningkatkan kesadaran politik pelajar. Melalui kerja sama strategis ini, diharapkan lahir generasi muda di Klaten yang kritis, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Penulis & Foto : Dwi Yuniyanto
Redaktur : Neneng Widasari