Lompat ke isi utama

Berita

Bukan Cuma Penonton! Bawaslu Gandeng UNWIDA Klaten Cetak Mahasiswa Jadi 'Garda Depan' Pengawas Demokrasi

Pimpinan Bawaslu Klaten lakukan foto bersama dengan jajaran pimpinan UNWIDA

Pimpinan Bawaslu Klaten lakukan foto bersama dengan jajaran pimpinan UNWIDA

KLATEN — Demokrasi bukan sekadar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) lalu pulang. Lebih dari itu, masyarakat (khususnya generasi muda) memiliki peran vital sebagai pengawas aktif agar proses demokrasi dan kebijakan publik berjalan jujur, adil, serta transparan. Mendorong peran aktif tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klaten mengambil langkah nyata dengan menggaet civitas akademika Universitas Widya Dharma (UNWIDA) Klaten.

Melalui pertemuan audiensi yang berlangsung di Klaten pada Senin, 27 Juli 2026, Bawaslu Klaten memperkuat sinergi pengawasan partisipatif untuk meningkatkan literasi demokrasi di kalangan mahasiswa. Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat Klaten dalam mewujudkan iklim politik dan tata kelola daerah yang lebih berintegritas.

Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Klaten, Arif Fatkhurrokhman, didampingi Anggota Bawaslu M. Milkhan, Kepala Subbagian, serta jajaran staf Bawaslu Kabupaten Klaten. Selain memperkenalkan jajaran pimpinan, Bawaslu turut memaparkan berbagai program pengawasan yang telah dan akan dilaksanakan.

Salah satu program yang terus digelorakan adalah Bawaslu Goes to School, yang berfokus memberikan edukasi kepada pemilih pemula agar menggunakan hak pilih secara cerdas, bertanggung jawab, dan berintegritas. Kini, ruang kolaborasi tersebut diperluas ke jenjang perguruan tinggi melalui berbagai kegiatan. Bawaslu siap hadir menjadi pembina apel, memberikan materi kepemiluan, hingga berbagi pengetahuan praktis mengenai tata cara pelaporan dugaan pelanggaran pemilu.

"Bawaslu membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan. Mahasiswa merupakan generasi penerus yang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi dan mendorong perbaikan tata kelola negara di masa mendatang," tegas Ketua Bawaslu Kabupaten Klaten, Arif Fatkhurrokhman.

Dampak pengawasan Bawaslu Klaten tidak hanya dirasakan saat momen pesta demokrasi berlangsung. Pada masa non-tahapan pemilu sekalipun, Bawaslu tetap gencar menjalankan pengawasan partisipatif.

Anggota Bawaslu Kabupaten Klaten, Muhammad Milkan, menjelaskan bahwa Bawaslu konsisten bermitra dengan sejumlah SMA, SMK, hingga perguruan tinggi di Kabupaten Klaten untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi dan menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat.

Tidak hanya fokus pada ranah pemilu, Bawaslu Kabupaten Klaten juga aktif melakukan pengawasan terhadap berbagai kebijakan publik yang menjadi kewenangannya, salah satunya yaitu pengawasan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Hal ini menguatkan perlindungan bagi masyarakat agar layanan publik di daerah tetap berjalan adil dan bebas dari penyimpangan.

Inisiatif kolaboratif ini disambut hangat oleh pihak Universitas Widya Dharma Klaten. Perwakilan UNWIDA, Bapak Bayu, menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan Bawaslu Kabupaten Klaten dan menyatakan kesiapan kampus dalam mendukung penuh program-program tersebut.

UNWIDA berkomitmen memberikan ruang bagi penyampaian materi kepemiluan dan edukasi demokrasi kepada para mahasiswa, baik pada awal maupun akhir tahun akademik. Dengan memanfaatkan potensi puluhan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan kampus, UNWIDA optimistis jangkauan edukasi demokrasi akan meluas cepat di kalangan pemuda.

Melalui kemitraan yang berkelanjutan ini, Bawaslu Kabupaten Klaten dan UNWIDA Klaten berharap dapat melahirkan generasi muda yang kritis dan berani mengawal demokrasi, sejalan dengan pesan utama bagi seluruh masyarakat: "Jadilah Pemilih yang Cerdas dan Berintegritas."

Penulis & Foto : Andhika H

Redaktur : Neneng W