Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Klaten Dorong Demokrasi Sehat dalam Pemilihan Ketua OSIS SMA 1 Karanganom

Angota Bawaslu Klaten saat beri materi pada Anggota Osis, MPK dan calon Ketua OSIS SMA N 1 Karanganom. (1/9)

Angota Bawaslu Klaten saat beri materi pada Anggota Osis, MPK dan calon Ketua OSIS SMA N 1 Karanganom. (1/9)

Klaten – Suasana berbeda tampak di Aula SMA Negeri 1 Karanganom, Senin (1/9/2025). Jika biasanya pemilihan ketua OSIS hanya menjadi kegiatan internal sekolah, kali ini proses demokrasi pelajar tersebut mendapat sentuhan langsung dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Klaten.

Kehadiran anggota Bawaslu Klaten, Muhammad Milkhan, menjadi perhatian utama siswa. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai demokrasi sejak dini, terutama di kalangan pemilih pemula.

“Baru kali ini kami diundang dalam kegiatan pemilihan ketua OSIS. Ini luar biasa, karena ikhtiar demokrasi harus dimulai dari ruang-ruang kecil seperti sekolah,” kata Milkhan.

Ia mengibaratkan demokrasi Indonesia seperti sebuah kendaraan yang harus dirawat. “Kalau mobil rusak, olinya harus diganti. KPU dan Bawaslu ibarat bengkelnya, sementara masyarakat adalah montirnya. Artinya, tanggung jawab besar ada pada pemilih. Harus jujur, menolak politik uang, dan menjaga demokrasi tetap sehat,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab, siswa juga aktif melontarkan pertanyaan, salah satunya tentang aturan apabila pemilihan berlangsung dua putaran. Menjawab hal itu, Milkhan menekankan bahwa regulasi harus jelas sejak awal. “Aturan harus disampaikan kepada pemilih dan calon agar tidak menimbulkan perdebatan setelah pemilihan,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan tiga hal penting sebelum masuk bilik suara: tidak menerima politik uang, tidak menjelekkan orang lain, serta tidak menebar kebencian.

Menutup sesi sosialisasi, Milkhan meninggalkan pesan kuat kepada para pelajar. “Teman-teman kelak harus mewariskan kepada adik dan anak cucu kalian untuk menjadi pemilih yang berintelektual tinggi. Tolak politik uang, hargai pilihan orang lain, dan jangan mudah termakan hoaks—saring sebelum sharing,” pesannya.

Pihak sekolah menyambut baik inisiatif Bawaslu ini. Meski kepala sekolah berhalangan hadir, panitia maupun guru mengapresiasi kehadiran Bawaslu yang diharapkan mampu memberikan pengalaman demokrasi nyata bagi para siswa.

Bawaslu Klaten sendiri berencana membawa program serupa ke sekolah-sekolah lain, sebagai bagian dari upaya melahirkan generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas.
 

Penulis dan Foto : Rizky Riyadi

Redaktur : Rahardian