Bawaslu Klaten Ajak Pemuda Desa Prawatan Melawan Politik Uang
|
Klaten — Bawaslu Kabupaten Klaten mengunjungi Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, untuk berkoordinasi dalam pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPb). Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengawal demokrasi dan menolak praktik politik uang. (5/8)
Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fathkurrohman, menyatakan bahwa audiensi ini bertujuan untuk memastikan akurasi data pemilih di tingkat desa. Bawaslu meminta dukungan data dari pemerintah desa terkait penduduk meninggal, pindah domisili, pernikahan usia dini, dan perubahan status TNI/Polri.
"Desa Prawatan dipimpin oleh pemuda, dan ini adalah modal penting untuk membangun budaya politik yang sehat," ujar Arif. "Kami ingin mendorong pendidikan politik bagi generasi muda agar mereka tahu cara melaporkan pelanggaran pemilu seperti politik uang, hoaks, dan ujaran kebencian."
Kepala Desa Prawatan, Sabiq Muhammad, menyambut baik ajakan Bawaslu dan memaparkan langkah-langkah yang telah dilakukan desanya. Desa Prawatan telah membentuk tim anti politik uang di setiap RW dan membuat pakta integritas bersama warga.
"Kami tahu budaya uang tidak hilang begitu saja. Tapi kami bentuk pakta integritas. Uang bukan penentu suara," tegas Sabiq.
Sabiq juga mempromosikan potensi desanya, seperti Toko Tani hasil kerja Gapoktan, Pasar Cilik untuk produk warga, dan program pemberdayaan lansia. Inovasi-inovasi ini, menurutnya, adalah bagian dari upaya membangun desa mandiri yang sadar politik.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Klaten, Milkhan, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Desa Prawatan. Bawaslu berencana untuk menjadikan Desa Prawatan sebagai profil "Desa Anti Politik Uang".
"Desa Prawatan kami pilih karena inovatif dan memiliki komitmen terhadap integritas demokrasi," kata Milkhan. "Kami juga melakukan uji petik PDPb setiap tiga bulan untuk memastikan data pemilih valid."
Untuk memperkuat kolaborasi, Bawaslu Klaten diundang untuk menghadiri kegiatan Karang Taruna dan mahasiswa KKN pada 19 Agustus 2025 mendatang. Momen ini akan dimanfaatkan untuk melakukan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif (Soswatif) kepada generasi muda.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama antara Bawaslu Klaten dan Pemerintah Desa Prawatan untuk bersinergi dalam mewujudkan pemilu yang bersih dan jujur. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjaga demokrasi dari tingkat akar rumput.
Penulis : Yashinta
Editor dan Foto : Rizky Riyadi
Redaktur : Neneng Widasari