Aria Bima: Bawaslu yang Kuat Adalah Pilar Demokrasi yang Tak Bisa Ditawar
|
Klaten, 13 September 2025 – Dalam kegiatan “Sinergi dan Urgensi Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kabupaten Klaten dengan Stakeholder” yang digelar di R.M New Merapi Resto, Sabtu (13/9), Anggota Komisi II DPR RI Aria Bima menegaskan pentingnya memperkuat peran Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu. Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara, tetapi juga pada partai politik dan masyarakat sebagai peserta aktif.
Aria Bima menyampaikan bahwa demokrasi Indonesia terus berproses dari waktu ke waktu. Evaluasi Undang-Undang Pemilu yang dilakukan setiap lima tahun, menurutnya, adalah bukti komitmen bangsa untuk menjaga NKRI dan Pancasila sebagai pondasi utama.
“Tantangan demokrasi tidak hanya pada KPU dan Bawaslu, tetapi juga pada partai politik sebagai peserta. Meski berbeda partai dan ideologi, konsensus kebangsaan harus tetap dikedepankan,” ujar Aria Bima.
Ia menilai, perjalanan demokrasi Indonesia penuh dinamika: ada kebanggaan, kritik, konflik, sekaligus kebersamaan. Justru dari dinamika inilah tumbuh kedewasaan bangsa dalam mengelola demokrasi sesuai amanat konstitusi. Karena itu, pelaksanaan Pemilu dan Pilkada harus benar-benar menjunjung prinsip LUBER JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil).
Lebih lanjut, Aria Bima menekankan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bawaslu menjadi kunci partisipasi rakyat dalam pengawasan Pemilu. Kepercayaan itu hanya akan lahir jika Bawaslu mampu menunjukkan integritas dan kapasitas yang kuat.
Menurutnya, integritas Bawaslu tercermin dari sikap netral, taat konstitusi, serta bebas dari konflik kepentingan. Sedangkan kapasitas Bawaslu terlihat dari kompetensi pengawas, ketegasan menindak pelanggaran, serta kemampuan mengelola kanal pengaduan masyarakat, termasuk melalui media sosial.
“Integritas Bawaslu adalah netralitas, ketaatan pada konstitusi, dan bebas dari konflik kepentingan,” tegasnya.
Aria Bima menutup dengan penegasan bahwa Bawaslu yang kuat adalah keniscayaan dalam demokrasi. Jika Bawaslu kuat, rakyat akan percaya. Dan dengan kepercayaan rakyat, demokrasi akan berdiri kokoh.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lain yakni Basmar Prianto Amran, MM (Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Jawa Tengah) serta Drs. Diasma Sandi Swandaru, MM (akademisi), dan diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, stakeholder, hingga akademisi di Kabupaten Klaten.
Penulis : Rizky Riyadi
Foto : Wahyu Setiawan
Redaktur : Rahardian