Bawaslu Go To School: Sambangi SMK N 2 Klaten, Bawaslu Ajak Pemilih Pemula Tolak Politik Uang
|
KLATEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klaten kembali menggelar program “Bawaslu Go To School” di SMK Negeri 2 Klaten pada Senin (18/05/2026). Kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif tersebut menyasar para pemilih pemula dan diikuti sekitar 150 peserta didik yang antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Hadir sebagai narasumber utama, Anggota Bawaslu Kabupaten Klaten sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Kordiv P2H), Muh Milkhan, menegaskan pentingnya peran pemilih pemula dalam menentukan arah demokrasi di Indonesia.
“Pemilih pemula memiliki peran penting karena untuk pertama kalinya memiliki hak konstitusional dalam menentukan pemimpin, baik dalam Pemilu maupun Pilkada. Suara pemilih muda sangat menentukan arah kepemimpinan di daerah,” ujar Muh Milkhan dalam pemaparannya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan edukasi terkait agenda demokrasi di tingkat lokal, termasuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang direncanakan berlangsung pada tahun 2027. Namun demikian, ia menjelaskan bahwa secara regulasi, Bawaslu tidak memiliki kewenangan dalam pengawasan Pilkades.
Selain memberikan pemahaman mengenai demokrasi, Muh Milkhan juga mengingatkan bahaya politik uang yang dinilai menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi.
“Jadilah pemilih yang cerdas, berkualitas, dan berintegritas tinggi. Jangan gadaikan masa depan daerah hanya demi iming-iming sesaat,” tegasnya di hadapan para siswa.
Untuk memperluas wawasan kepemiluan para peserta, Bawaslu Klaten turut mengenalkan tiga pilar utama penyelenggara Pemilu di Indonesia, yakni KPU sebagai pelaksana teknis Pemilu, Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu, serta DKPP sebagai lembaga penegak kode etik penyelenggara Pemilu.
Sebagai bentuk keterbukaan lembaga dan dukungan terhadap pendidikan vokasi, Bawaslu Kabupaten Klaten juga membuka peluang bagi siswa-siswi SMK N 2 Klaten untuk mengikuti program magang atau praktik kerja industri (prakerin) di kantor Bawaslu Kabupaten Klaten.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan pengawasan partisipatif yang inklusif di lingkungan sekolah.
Penulis : Dwi Yuniyanto
Editor : Rizky R
Foto : Wahyu S
Redaktur : Neneng Widasari